Jenis-Jenis Majas Juga Pemahaman 2017


Peralatan pelajaran Tata susila Indonesia yang terdapat saat kurikulum yang lama ataupun baru sangatlah banyak, salah-satunya ialah materi majas. Sungguh, majas yaitu materi yang cukup kadang kala dibahas sejak jenjang tuntunan SD, SMP, hingga tingkat SMA/SMK. Penjelasan majas ialah bahasa menawan yang diterapkan untuk memperindah susunan komentar yang tujuan akhirnya adalah untuk memperoleh efek unik agar terkabul sebuah nostalgia imajinatif untuk penyimak ataupun pendengarnya, bagus secara percakapan maupun tertulis. Perihal istilah majas dalam pelajaran Tata susila Indonesia benar-benar cukup tidak sedikit, seperti yang terdapat dalam puisi, puisi lama, dan puisi ataupun kreasi lainnya.

Selain itu, tersedia pengertian ataupun definisi berbeda yang menunjukkan tentang majas, yakni pemanfaatan gaya norma untuk menikmati nuansa tertentu sehingga menciptakan kesan omongan kata yang lebih imajinatif. Berbicara mengenai contoh jenis-jenis majas menyerupai, Metafora, Personifikasi, Hiperbola, Alegori dan lain-lain adalah sesuatu penting untuk Anda yang ingin mempelajari lebih jauh salah satu materi dari kesayangan pelajaran Tata susila Indonesia di sekolah ini. Gaya tata susila yang indah dan menarik tentunya akan membuat di setiap pembacanya merasakan tertarik untuk menyimaknya, apalagi sampai berulang kali.

Penggunaan majas yang cantik dalam menciptakan sebuah tembang ataupun nasihat menjadi syarat mutlak apakah tulisan tersebut menarik atau tidak. Oleh karena itu juga, kompetensi yang indah dalam bermoral mutlak diperlukan bagi Anda yang ingin mendalami wilayah penulisan, entah itu roman, puisi, ataupun pantun. Maka perbanyaklah mereka beragam tataan bahasa dalam pikiran & tulisan Kamu di surat berkala setiap harinya supaya perintis Anda bertambah terlatih untuk membuat majas dengan gaya yang mempesona. Sesuai dengan tema pada kesempatan saat ini, berikut Espilen Blog sampaikan contoh majas, dan macam-macamnya beserta pengertiannya.

Macam Orang Majas
Dengan garis besar, majas dapat dibedakan menjadi 4 golongan mau pun kelompok. & dari 4 macam-macam majas tersebut, masing-masing mempunyai tiruan dan spesies kategori yang akan Espilen Blog bahas dibawah tersebut.

Majas berisi atas:

–> Majas Perbandingan
–> Majas Pertentangan
–> Majas Sindiran
–> Majas Penegasan

Sesudah diatas kita membahas tentang jenis serta macam-macam majas yang terselip dalam struktur berbahasa Nusantara. Dibawah tersebut akan dijelaskan secara setia bagaimana penjelasan majas itu beserta ini juga abdi berikan contohnya, referensi berikut kami dapatkan dari Wikipedia.

A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan adalah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan nostalgia dan juga pengaruhnya terhadap pendengar bahkan pembaca. Ditinjau atau ditinjau dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan dibagi atas:

1) Asosiasi ataupun Perumpamaan
Majas asosiasi / perumpamaan adalah perbandingan terhadap dua sesuatu yang sepatutnya berbeda, namun demikian sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penerapan kata serupa, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana. Berikut ini Espilen Blog sampaikan kaca majas aliansi:

Contoh:
Semangatnya keras serupa baja.
Mukanya pucat serupa mayat.
Wajahnya kuning bersinar bagaikan tarikh purnama

2) Metafora
Misal adalah majas yang memberikan ungkapan secara langsung berbentuk perbandingan analogis. Pemakaian pertuturan atau grup kata bukan dengan pengertian yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan tolok ukur atau perumpamaan, misalnya tulang punggung dalam perkataan pemuda ialah tulang punggung negeri. Contoh majas metafora laksana berikut ini.

Rupa:
Engkau dulur jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
Raja siang tampak dari ufuk timur
Jonathan adalah kartika kelas wilayah.
Harta karunku (sangat berharga)
Dia dianggap anak emas majikannya.
Perpustakaan adalah gudangnya kepiawaian.

3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai kelakuan seperti pribadi.

Contoh:
Bayu mengamuk serta merobohkan bait penduduk.
Riak berkejar-kejaran di tepi pesisir.
Peluit wasit menjerit berjarak menandai akhir dari sayembara tersebut.

4) Alegori
Figuratif adalah Menyarankan dengan jalan lain, oleh kiasan ataupun penggambaran.
Metaforis: majas perumpamaan yang kusut satu & yang lainnya dalam perkumpulan yang utuh.

Contoh: Teman hidup sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Asosiatif biasanya berupa bentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.

Rupa:
Perjalanan ribut manusia diantaranya sungai yang mengalir merunut tebing-tebing, yang kadang-kadang susah ditebak kedalamannya, yang hati suci menerima segala sampah, serta yang dalam akhirnya berhenti ketika selaras dengan laut.

5) Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan substansi dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.

Contoh:
Ia terkenal serupa buaya darat.
Graha itu hangus dilalap si jago merah.
Ia adalah seorang bunga desa
Bunglon, pengenal orang yang tak beranggapan
Melati, markah kesucian
Tunjung, lambang pengorbanan

6) Metonimia
Metonimia merupakan majas yang menggunakan petunjuk atau lebel dari satu benda untuk menggantikan massa tersebut. Pengungkapan tersebut berperangai penggunaan pamor untuk jasad lain yang menjadi sebutan, ciri khas, / atribut.

Kaca:
Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya sigaret gudang garam)
Setiap cepat Ayah tetap menghirup bahtera api. (maksudnya kopi kapal api)
Rama pulang daripada luar ruang naik garuda (maksudnya pesawat)

7) Sinekdok
Sinekdok merupakan majas yang menyebutkan sesi untuk mengirim benda berdasar pada keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe berisi atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu merencanakan sebagian untuk keseluruhan.
Kaca:
(a) Lalu detik tersebut ia belum kelihatan baur hidungnya.
(b) Per penyelenggara mendapat Rp. 300. 000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Tiruan:
(a) Dalam pertandingan kesimpulan bulu tangkis Rt. 03 menggulung Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

8. Simile:
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan & penghubung, diantaranya layaknya, laksana, ” umpama”, “ibarat”, “bak”, bagai”.

Tiruan:
Kau sebagai air awak bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa aja.

B. Majas Pertentangan
Majas Pertentangan ialah “Kata-kata berkias yang menyarankan pertentangan beserta yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis secara maksud untuk memperhebat ataupun meningkatkan aksen dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

1) Antagonisme
Antitesis ialah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.

Contoh:
a) Tua plonco, besar kuntet, ikut menyalakan festival itu.
b) Nista kaya, menawan buruk bertumpu saja dalam mata Tuhan.

2) Polaritas
Paradoks ialah majas yang mengandung pertentangan antara ketentuan dan fakta yang tersedia.

Contoh;
a) Aku ngerasa sendirian di tengah ibu kota jakarta yang heboh ini.
b) Hatiku mengaduh di pusat hingar gelumat pesta yang sedang berjalan ini.

3) Hiperbola
Majas hiperbola merupakan majas yang berupa ketentuan berlebihan daripada kenyataannya secara maksud menurunkan kesan sisi atau memeras perhatian.

Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

4) Litotes
Litotes adalah majas yang memberitahukan sesuatu secara cara yang berlawanan dari kenyataannya beserta mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.

Rupa:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih selalu.
b) Mengapa kamu bertanya pada manusia yang tolol seperti saya
ini?

C. Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah ocehan berkias yang menyatakan persetujuan untuk merangsangkan kesan & pengaruhnya terhadap pendengar / pembaca”. Majas penegasan berisi atas tujuh bentuk berikut.

1) Pleonasme
Pleonasme merupakan majas yang menggunakan kicauan secara sok dengan prinsip menegaskan makna suatu kata.

Contoh:
a) Semua siswa yang dalam atas agar segera rugi ke lembah.
b) Itu mendongak terangkat menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

2) Tautologi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.

Rupa:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan aku, marilah kita sambut pujaan kita, marilah kita sambut putra famili.

3) Analogi
Paralelisme adalah majas repetisi yang biasanya ada di dalam puisi.

Contoh:
Cinta merupakan pengertian
Cita adalah ketaatan
Cinta ialah rela berkorban

4) Tautologi
Tautologi merupakan majas penegasan dengan menyalin beberapa kesempatan sebuah tanda dalam satu kalimat dengan maksud menyiratkan. Kadang pengulangan itu memakai kata bersinonim.

Contoh:
a) Bukan, meski, bukan ini maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran aja.
b) Sewajarnya sebagai sekutu kita kehidupan rukun, cocok, dan berteman.

5) Pucuk
Klimaks merupakan majas yang menyatakan kira-kira hal dengan berturut-turut dan makin lambat makin menumpuk.

Contoh:
a) Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua pula biar mengikuti perlombaan Agustusan.
b) Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, apalagi Presiden sekalipun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi sesuatu pribadi seseorang.

6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berdasar pada berturut-turut yang makin lama semakin meraih.
a) Kepala sekolah, jongos, staff maktab, dan siswa juga menonjol dalam acara perayaan persetujuan itu.
b) Di kota dan desa hingga pojok kampung semata orang memuliakan HUT RI ke -62.

7) Retorik
Retorik merupakan majas yang berupa perkataan tanya akan tetapi tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan pengumuman, sindiran, / menggugah.

Tiruan:
a) Perintah siapa suara bisa didapat cukup secara sekolah standar saja?
b) Apakah itu orang yang selama berikut kamu bangga-banggakan?

D. Majas Sindiran
Majas Perbandingan adalah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan pemahaman dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. http://www.ilmubahasa.net/2014/11/macam-macam-gaya-bahasa-majas.html Majas sindirian dibagi sebagai:

1) Ironi
Ironi merupakan majas yang menyatakan hal yang divergen dengan prinsip untuk mengias seseorang.

Kaca:
a) Berikut baru namana siswa teladan, setiap hari selalu kembali malam.
b) Bagus amat tulisanmu, saking bagusnya sampai tidak mampu Aku menuturkan.

2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan parodi secara sinambung kepada orang-orang lain

Rupa:
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar menyerupai dirimu.
b) Lama-lama hamba bisa jadi miring melihat watak lakumu yang bukan wajar itu.

3) Sarkasme
Sarkasme ialah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini umumnya diucapkan sambil orang yang sedang susah hati.

Contoh:
a) Mau turun aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, pikulan begini pula tidak piawai!

Bagaimana, sudah paham tak apa tersebut majas & jenis-jenisnya? Sebaiknya Anda meneliti lebih di materi ini, karena benar2 sering menongol di kesayangan pelajaran Kode Indonesia di berbagai tahap pendidikan. Demikianlah informasi yang bisa Espilen Blog sebarkan kali ini menyerempet Pengertian Majas, Contoh & Macam-macam Majas Lengkap. Tidak lupa pula memahami Takrif Demokrasi untuk menambah pengertian Anda kian jauh.

Advertisements